Kamis, 04 Juli 2013

Jebloknya Kegiatan Eksplorasi Migas Nasional Akibat Iklim Investasi Tak Kondusif?


Kondisi migas nasional dalam kondisi SOS alias memprihatinkan. Produksinya sudah makin jeblok, eh kok ya eksplorasinya juga semakin menurun. Bahkan menurut SKK Migas, kegiatan eksplorasi Indonesia dalam lima tahun terakhir juga turun drastis. Dalam 3 tahun terakhir pemboran nasional hanya mencapai 1.000-an sumur. Bandingkan dengan 5 tahun sebelumnya yang bisa sampai 1.500 sumur.

Bisakah dibayangkan apa jadinya industry migas tanpa kegiatan eksplorasi? Itu ibarat makan sayur tanpa garam. Bagaimana kita bisa berharap untuk dapat meningkatkan produksi, wong kegiatan untuk menambah cadangan saja tidak ada. Padahal cadangan minyak bumi kita dengan tingkat produksi saat ini diperkirakan akan habis dalam waktu 12,8 tahun lagi!

Kalau saya jadi pemerintah, sudah pasti saya akan khawatir. Apalagi migas merupakan kontributor terbesar dalam APBN. APBN sudah pasti akan semakin jebol kalau Indonesia sudah bisa memproduksi minyak lagi. Bayangkan, dengan konsumsi BBM yang semakin meningkat tiap tahun, eh kok ya produksi kita turun terus, ya artinya kita harus impor minyak.

Ada baiknya pemerintah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap industry migas nasional yang SOS ini. Misalnya dengan melihat apakah kebijakan-kebijakan yang diberikan saat ini sudah cukup menarik, apakah iklim investasi kita sudah kondusif, apakah split yang diberikan -70:30 untuk gas dan 85:15 sudah cukup menarik-, dll. Singkirkan dulu urusan politik, sudah saatnya pemerintah berbenah tanpa menghubungkannya dengan urusan yang satu itu. Ingat pak, kondisi migas kita sudah SOS!


Chandra Winata
Wirastawan yang doyan nulis, apalagi urusan migas J

Twitter chandrawinata83

Tidak ada komentar:

Posting Komentar