Kondisi
migas nasional dalam kondisi SOS alias memprihatinkan. Produksinya sudah makin
jeblok, eh kok ya eksplorasinya juga semakin menurun. Bahkan menurut SKK Migas,
kegiatan eksplorasi Indonesia dalam lima tahun terakhir juga turun drastis.
Dalam 3 tahun terakhir pemboran nasional hanya mencapai 1.000-an sumur.
Bandingkan dengan 5 tahun sebelumnya yang bisa sampai 1.500 sumur.
Bisakah
dibayangkan apa jadinya industry migas tanpa kegiatan eksplorasi? Itu ibarat
makan sayur tanpa garam. Bagaimana kita bisa berharap untuk dapat meningkatkan
produksi, wong kegiatan untuk menambah cadangan saja tidak ada. Padahal
cadangan minyak bumi kita dengan tingkat produksi saat ini diperkirakan akan habis
dalam waktu 12,8 tahun lagi!
Kalau
saya jadi pemerintah, sudah pasti saya akan khawatir. Apalagi migas merupakan kontributor
terbesar dalam APBN. APBN sudah pasti akan semakin jebol kalau Indonesia sudah
bisa memproduksi minyak lagi. Bayangkan, dengan konsumsi BBM yang semakin
meningkat tiap tahun, eh kok ya produksi kita turun terus, ya artinya kita
harus impor minyak.
Ada
baiknya pemerintah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap industry migas
nasional yang SOS ini. Misalnya dengan melihat apakah kebijakan-kebijakan yang
diberikan saat ini sudah cukup menarik, apakah iklim investasi kita sudah
kondusif, apakah split yang diberikan -70:30 untuk gas dan 85:15 sudah cukup
menarik-, dll. Singkirkan dulu urusan politik, sudah saatnya pemerintah
berbenah tanpa menghubungkannya dengan urusan yang satu itu. Ingat pak, kondisi
migas kita sudah SOS!
Chandra
Winata
Wirastawan
yang doyan nulis, apalagi urusan migas J
Twitter chandrawinata83

Tidak ada komentar:
Posting Komentar