Jumat, 12 Juli 2013

Lagi-lagi, Soal Mahakam




Lamanya keputusan yang diambil pemerintah terkait perpanjangan Blok Mahakam, membuat Wakil Presiden Senior Total E&P Asia Pacific, induk Total E&P Indonesie, Jean-Marie Gullermo menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik.

Dalam pertemuan tersebut, Gullermo membahas bagaimana pentingnya pemberian keputusan tersebut diberikan, karena terkait dengan rencana investasi perusahaan sebesar $7 miliar. Pasalnya tanpa adanya investasi tersebut produksi Blok Mahakam akan semakin jeblok ke angka 500-800 juta kaki kubik di tahun 2017 dari angka produksi saat ini di level 1.8 miliar kaki kubik. Namun jika investasi tersebut disuntikkan Total, maka laju penurunan produksi bisa ditahan di level 1.1-1.2 miliar kaki kubik.

Total pun menawarkan opsi kepada pemerintah dalam masa transisi selama lima tahun (2017-2022). Perusahaan tersebut
menawarkan 30%  saham blok tersebut kepada PT Pertamina (Persero) pasca-2017. Sedangkan saham Total dan Inpex akan turun menjadi 35% dari 50% saat ini.

Rasanya apa yang sudah ditawarkan Total ini sudah merupakan win-win solution buat kita semua. Jadi sebenarnya apalagi yang ditunggu pemerintah? Ingat pak, semakin lama keputusan diambil, akan semakin jeblok produksi Mahakam. Dan itu merupakan berita buruk buat kita semua. 

Chandrawinata adalah blogger muda yang peduli terhadap perekonomian nasional

Fb chandrawinata
Twitter chandrawinata83



Tidak ada komentar:

Posting Komentar