Lamanya keputusan yang diambil pemerintah terkait
perpanjangan Blok Mahakam, membuat Wakil Presiden Senior Total E&P
Asia Pacific, induk Total E&P Indonesie, Jean-Marie Gullermo menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik.
Dalam pertemuan tersebut, Gullermo membahas bagaimana
pentingnya pemberian keputusan tersebut diberikan, karena terkait dengan
rencana investasi perusahaan sebesar $7 miliar. Pasalnya tanpa adanya investasi
tersebut produksi Blok Mahakam akan semakin jeblok ke angka 500-800 juta kaki
kubik di tahun 2017 dari angka produksi saat ini di level 1.8 miliar kaki
kubik. Namun jika investasi tersebut disuntikkan Total, maka laju penurunan
produksi bisa ditahan di level 1.1-1.2 miliar kaki kubik.
Total pun menawarkan opsi kepada pemerintah dalam masa
transisi selama lima tahun (2017-2022). Perusahaan tersebut
menawarkan
30% saham blok tersebut kepada PT Pertamina (Persero) pasca-2017. Sedangkan saham Total dan Inpex akan turun
menjadi 35% dari 50% saat ini.
Rasanya apa yang sudah ditawarkan Total ini sudah
merupakan win-win solution buat kita semua. Jadi sebenarnya apalagi yang
ditunggu pemerintah? Ingat pak, semakin lama keputusan diambil, akan semakin
jeblok produksi Mahakam. Dan itu merupakan berita buruk buat kita semua.
Chandrawinata adalah blogger muda yang peduli terhadap perekonomian nasional
Fb chandrawinata
Twitter chandrawinata83

Tidak ada komentar:
Posting Komentar