Blok Mahakam yang dikelola perusahaan asal Perancis Total
E&P Indonesie dan partnernya Inpex Corporation dari Jepang memiliki peranan
yang sangat strategis dalam menambah pendapatan pemerintah dan juga pemenuhan
gas domestik. Sebagai salah satu penghasil gas terbesar, Mahakam memberikan
sumbangan pendapatan yang sangat signifikan pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara melalui pasokan gasnya ke kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG plant) di
Bontang, Kalimantan Timur.
Misalnya saja pada tahun ini. Total memperkirakan pemerintah setidaknya akan mendapatkan bagian sebesar Rp 45 trilliun dari Mahakam. Angka tersebut jauh lebih besar ketimbang Total ataupun Inpex yang masing-masing hanya sebesar Rp 15 triliun. Bagian pemerintah tahun ini memang mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 63 triliun, seiring dengan makin menurunannya produksi dari Mahakam dan biaya (cost) per barrel yang semakin meningkat.
Lalu bagaiman kontribusi Blok
Mahakam dalam pemenuhan kebutuhan gas domestik? Meski selama ini lebih dikenal
sebagai blok yang membantu pemenuhan komitmen export LNG Indonesia, ternyata
Mahakam mengalokasikan sekitar 35 persen produksinya untuk domestik, seperti kebutuhan
industri lokal dan rumah tangga sekitar. Bahkan jumlah kontribusi Mahakam
pada pemenuhan gas domestik pada tahun 2019 diperkirakan akan meningkat, mencapai
lebih dari 50 persen.
Saat
ini Mahakam memasok 3.960 rumah tangga di wilayah Bontang dengan volume gas
sejumlah 1.500 MMBTU per hari, terhitung sejak 28 Januari 2013 hingga 2017.
Pasokan tersebut dialirkan melalui PT Bontang Migas dan Energi (BME) yang
merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota Bontang.
Tak hanya itu, selama ini Mahakam juga memasok gas produsen
listrik swasta di Bontang melalui PT Bontang Migas Energi serta Perusahaan
Listrik Negara Kanaan. Mahakam juga memasok gas bumi ke berbagai industri
kimia, pupuk di Kaltim dan Jawa –melalui fasilitas LNG terapung (floating storage and receiving unit)
milik PT Nusantara Regas- serta LPG domestik. Mahakam juga memenuhi pasokan gas
bumi bagi perusahaan listrik swasta (Independent
Power Producer) untuk Bontang dengan kapasitas enam megawatts.
Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa Total dan Inpex saat ini telah menjadi bagian
penting sebagai pemasok gas bumi untuk proyek pemerintah. Dan proyek gas bumi
untuk rumah tangga saat ini telah dilaksanakan di tujuh kota, dan Bontang
merupakan kota ke tujuh,. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan
nota kesepakatan antara Total E & P Indonesia dan Inpex Corporation dengan
Direktorat Jenderal Migas pada 6 April 2011 sebagai upaya untuk mengurangi
ketergantungan terhadap minyak bumi.
Selain
untuk memenuhi kebutuhan domestik, Mahakam juga memasok gas untuk PT Badak NGL
yang mengelola kilang Bontang. Mahakam memasok sekitar dua per tiga dari total
kebutuhan PT Badak. Selanjutnya gas yang telah diolah menjadi LNG tersebut akan
dikirimkan ke sejumlah negara yang terikat kontrak dengan Indonesia, seperti
Jepang, Taiwan dan Korea Selatan.
Sebagai
catatan, menurut Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) perbedaan harga
jual LNG untuk eksport dan domestic sangat signifikan. Misalnya saja harga
export bisa mencapai $16/MMBTU, sedangkan domestic hanya mampu membeli di angka
$11/MMBTU (www.bisnis.com, 14 Maret
2013). Sementara gas yang belum diolah dijual di angka sekitar $5/MMBU.
Kembali ke soal produksi Mahakam. Pada tahun ini Mahakam diperkirakan memproduksi 1,7 miliar kaki
kubik gas per hari. Angka ini jauh menurun dibandingkan produksi-produksi tahun
sebelumnya yang sempat menyentuh angka 2,6 miliar kaki kubik per hari. Namun
seiring dengan makin tuanya usia lapangan-lapangan di Blok Mahakam, maka
produksi pun mengalami penurunan (declining
rate) yang mencapai hingga 50 persen per tahun, Penurunan alamiah tersebut
terutama terjadi di dua lapangan yaitu lapangan Tunu dan Peciko. Untuk
mengantisipasi hal tersebut, maka Total menginjeksikan dana (capital expenditure) rata-rata $2,5
miliar per tahun. Total juga terus melakukan pengembangan-pengembangan lapangan
agar dapat menahan laju penurunan di level 1,1 miliar
kaki kubik per hari pada 2017 melalui injekasi investasi sebesar $7,3 miliar.
Namun tanpa pengembangan lapangan apa pun, maka produksi gas Mahakam akan jeblok
ke level 800.000 kaki kubik per hari.
Hal tersebut dapat dilihat dari
sejumlah lapangan yang baru saja dikembangkan Total di tengah polemik mengenai
diperpanjang atau tidaknya kontrak Blok Mahakam pasca 2017. Baru-baru ini Total
mulai mengembangkan lapangan barum yaitu Sisi Nubi 2B, Peciko 7B dan South
Mahakam 3 sebagai upaya untuk menahan laju penurunan produksi.
Total sendiri mengindikasikan
masih banyak reservoir yang belum dibor karena belum ada kepastian mengenai
status perpanjangan Mahakam. Padahal pekerjaan pengembangan suatu reservoir,
misalnya memasang plafrom dan instalasi jaringan pipa di reservoir tersebut,
akan membutuhkan waktu selama tiga-empat tahun. Jika pemerintah tidak
memberikan keputusan perpanjangan saat ini, maka sudah pasti reservoir tersebut
akan terbengkalai tidak tergarap.
Lebih jauh lagi, Total juga
mengindikasikan untuk meninjau rencana investasinya sebesar $7,3 miliar hingga
2017 jika tidak ada kepastian tersebut. Apalagi tahun 2014 ditengarai para elit
politik yang notabene juga elit pemerintahan akan sibuk mengurusi pemilihan
umum. Asosiasi Perminyakan Indonesia (Indonesian
Petroleum Association/IPA) menilai jika keputusan itu terjadi, maka sudah
tentu akan mempengaruhi revenue pemerintah dan juga pasokan gas domestik.
Jika itu terjadi, berarti ini
adalah kiamat kecil bagi iklim investasi dan juga bagi pendapatan negara.

Tulisan yang mencerahkan. Blok Mahakam telah berproduksi secara konsisten dlm beberapa dekade. Penting untuk menjaga agar produksi terus berlanjut dan tak terganggu. Blok Mahakam membutuhkan operator yg berpengalaman, punya kemampuan teknologi dan tentu saja komitmen investasi. Hanya dgn itu, produksi blok Mahakam akan terus berlanjut.
BalasHapusASSALAMU ALAIKUM WR,WB.
HapusPERKENALKAN NAMA SAYA MBAK DEWI DULUNYA SAYA LAGI BINGUN BANGET KARNA SAYA LAGI MENGALAMI COBAAN HIDUP YANG TAK KUNJUNG USAI,SAYA HAMPIR SAJA BERBUAT NEKAT,PERBUATAN YANG SANGAT DIBENCI OLEH ALLAH YAITU BUNUH DIRI,SEMUA ITU AKIBAT BATIN SAYA YANG SANGAT TERTEKAN,PADAHAL SAYA MASIH MEMPUNYAI ANAK YANG MASIH KECIL2 YANG SEHARUSNYA DAPAT KASIH SAYANG ORANG TUA SEUTUHNYA,NAMUN KARNA KONDISI YANG SERBA KEKURANGAN MEMBUAT ANAK SEPERTI KURANG TER URUS,DALAM KALUTNYA SAYA COBA BUKA2 INTERNET DAN DISITULAH SAYA MELIHAT KOMENTAR PARA PEMENANG YANG SAAT INI SUDAH BERHASIL, NOMOR EYANG JOYO KARTOYO..MAAF SAYA CURHAT DENGAN ANDA,ORANG YANG BELUM SAYA KENAL SAMA SAYA,SEPERTI KOMENTAR2 PADA ANDA LEWAT INTERNET, DAN DISITULAH SAYA MENCOBA MENGHUBUNGI EYANG JOYO KARTOYO DAN KEMUDIAN SAYA MEMINTA REJEKI KEPADA BELIAU, DAN ALHAMDULILLAH KINI KEHIDUPAN SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA ITU SEMUA BERKAT BANTUAN EYANG JOYO KARTOYO MEMBERIKAN ANGKA RITUAL KEPADA SAYA, DAN BAGI ANDA YANG INGIN SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI EYANG JOYO KARTOYO DI NOMOR 085-211-977-346 NOMOR RITUAL EYANG JOYO KARTOYO MEMANG TIDAK DUANYA DIJAMIN 100% TEMBUS
Semoga pemerintah segera membuat keputusan terbaik terkait kontrak Blok Mahakam. Mudah2an keputusan segera diambil tahun ini, ini penting demi kelanjutan produkksi blok tsb.
BalasHapusPemerintah punya opsi terkait kontrak Blok Mahakam, diperpanjang, tidak diperpanjang atau skema 'win-win solution' dengan tingkat risiko paling rendah, yakni melibatkan operator lama dan baru. Kita serahkan ke pemerintah utk membuat keputusan terbaik. Pertimbangannya, mana yg terpenting dan terbaik bagi negara, bukan sentimen atau ego sektoral.
BalasHapus