Selasa, 14 April 2015

April, Masalah Blok Mahakam Selesai

Jika tidak ada aral melintang, pada medio April ini masalah Mahakam akan selesai. Pada bulan ini diharapkan Pertamina dan Total mencapai kesepakatan mengenai masa transisi dan juga rencana pengembangan Mahakam pasca 2017.

Masalah transisi ini memang akan dituangkan dalam Heads of Agreements antara kedua belah pihak. Hingga saat ini pembahasannya tengah berlangsung. Masalah berapa besar saham Total di Mahakam nanti bisa menjadi salah satu bargaining power bagi Total untuk menentukan masa transisi. Maklum saja, klausul mengenai masa transisi ini tidak ada dalam kontrak Total E&P Indonesia dan Inpex Corporation dengan pemerintah.

Pertamina sendiri telah menyiapkan opsi untuk menggandeng Total E&P Indonesie dalam mengelola blok di delta Sungai Mahakam tersebut. Syaratnya, Total memberikan masa transisi sebelum kontrak pengelolaan berakhir pada 2017. Kemudian setelah 2017, Total akan turut menjadi operator. Namun sampai saat ini, belum ada pembicaraan mengenai berapa persen saham yang akan didapatkan Total setelah kontrak berakhir.

Memang tidak bisa tidak, Total harus diikutsertakan dalam pengelolaan Mahakam pasca 2017. Hal itu telah diutarakan pemerintah berulangkali. Mengelola Mahakam memang tidak mudah karena usianya yang sudah tidak lagi muda sehingga investasipun secara otomatis akan meningkat. Jadi mau tidak mau, Total tetap harus dilibatkan pasca 2017. Perusahaan plat merah Indonesia akan mendapatkan teknologi terbaru dan etos kerja dari Total yang berguna ketika melakukan ekspansi ke luar negeri. Dan lagi, yang tak dapat dihindari adalah pentingnya Total untuk menunjang operasional Mahakam. Dengan modal sebesar US$ 2,5 miliar per tahun tentunya akan sulit bagi Pertamina untuk mengelola Mahakam sendirian.

Pemerintah memang menginginkan agar setidaknya Pertamina menjadi pemilik saham mayoritas di tahun 2018, meski bagaimanapun Total harus diikutsertakan. Memang di atas kertas Pertamina merasa mampu untuk mengelola Mahakam, meski harus diakui tampaknya perusahaan plat merah itu kemungkinan bisa kesandung masalah dana karena keterbatasan kemampuan. Pertamina, menurut ESDM, bersedia menginvestasikan dana sebesar US$ 25,2 miliar selama 20 tahun di Mahakam. Jika dibagi 20 tahun, maka hanya ada dana sekitar US$ 1,26 miliar yang diinjeksikan untuk Mahakam.


Percayalah, kolaborasi Pertamina dan Total masih merupakan opsi yang terbaik dalam pengelolaan Mahakam. Toh jalan ini diambil demi keuntungan negara ini pula. Dan kini, April hampir habis. Kita berharap masalah ini segera diputuskan demi terjaganya level produksi Mahakam di masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar