Selasa, 29 Juli 2014

Kabinet ala Jokowi Harus Diisi Profesional, Bukan Partisan

solopos
Presiden Republik Indonesia terpilih 2014-2019 Joko Widodo alias Jokowi bersama Jusuf Kalla dan segenap partai koalisinya mulai berbenah mempersiapkan susunan kabinetnya. Sesuai dengan kebijakannya sejak awal, koalisi PDIP bukanlah koalisi bagi-bagi kursi. Dengan demikian, publik banyak berharap kursi-kursi menteri diisi oleh para profesional, bukan hanya sekedar kedekatan pada partai penguasa saja.

Tak mau ingkar dengan janjinya itu, Jokowi terlebih dulu meminta pandangan publik sebelum menyusun kabinetnya. Dalam akun resmi kubu Jokowi-JK di Facebook dengan nama Jokowi Center, publik diminta berpartisipasi dalam memberi pandangan mengenai siapa yang cocok menjadi pembantu presiden dan wakil presiden pada periode mendatang.

Dalam akun tersebut, diunggah lembaran yang diberi nama Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR). Tertulis, para relawan merasa perlu terus mengawal perjalanan politik Jokowi-JK dengan berbagai cara setelah dinyatakan sebagai pemenang pilpres.
Jokowi Center dan Radio Jokowi akhirnya memutuskan untuk ikut mengawal proses penjaringan nama-nama calon menteri yang dianggap layak oleh rakyat. Ada 34 daftar menteri yang dimintai pendapat. Masing-masing pos ada tiga calon. Ada pula opsi untuk mengisi sendiri nama tokoh di luar tiga calon yang ada.
Meski demikian terdapat sejumlah usulan nama yang munucl dalam daftar calon menteri di KAUR dinilai kurang layak menjadi pembantu presiden dan wakil presiden terpilih. Kompetensi mereka dinilai kurang, bahkan dipertanyakan. Dan jika Jokowi-JK salah pilih, sudah pasti mereka akan mendapat sorotan masyarakat.
Di posisi Menteri Keuangan terdapat sejumlah nama yang muncul, misalnya Prof Dr Hendrawan Supratikno; Dr Ir Raden Pardede, PhD; Agus Martowardojo. Sedangkan di jabatan Menteri Koordinator Perekonomian terdapat sejumlah kandidat, yakni Chairul Tanjung; Prof Dr (HC) Dahlan Iskan dan Gita Irawan Wirjawan.
Mereka memang tokoh-tokoh profesional yang layak menjadi kandidat di posisi tesebut, namun masih banyak nama-nama profesional yang sangat amat layak untuk masuk dalam bursa menteri, misalnya Sri Mulyani. Indonesia lebih membutuhkan sosok tegas itu ketimbang World Bank dan sudah selayaknya Jokowi mempertimbangkan Sri Mulyani untuk menduduki salah satu posisi menteri strategis, baik Menko Perekonomian ataupun Menteri Keuangan.
Demikian pula di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral. Jokowi harus memilih seorang profesional yang benar-benar mengerti menjalankan kebijakan sektor energi. Sektor ini sangat membutuhkan profesionalitas, jadi jangan sampai diisi oleh orang partai yang tidak paham soal energi.
Agaknya kita harus melongok ke lima tahun belakang ini, dimana sektor energi diisi oleh orang partai yang tidak memiliki latarbelakang energi. Akibatnya banyak kebijakan yang tersendat. Perpanjangan kontrak Mahakam, Masela, pengembangan Blok East Natuna....semuanya masih menggantung akibat keragu-raguan pemerintah. Padahal Indonesia sedang mati-matian menjaring investasi, seiring dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi migas ke level 1 juta barel per hari. Penurunan produksi juga harus disikapi dengan peningkatan kegiatan eksplorasi.
Dengan demikian terlalu banyak pekerjaan rumah bagi Jokowi dalam lima tahun mendatang. Banyak kebijakan yang harus diambil untuk memperbaiki iklim investasi Indonesia ke depan. Dan untuk itu Jokowi memang harus serius dan konsisten dalam janjinya untuk tidak bagi-bagi kursi karena memang profesionalisme sangat dibutuhkan untuk membentuk kabinet yang kokoh.
Berikut adalah nama-nama usulan calon menteri yang terdapat dalam KAUR:
1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Jenderal TNI Budiman; Jenderal TNI Dr Moeldoko; Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso.
2. Menteri Koordinator Perekonomian: Chairul Tanjung; Prof Dr (HC) Dahlan Iskan; Gita Irawan Wirjawan.
3. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat: Drs HA Muhaimin Iskandar, MSi; Dr Ir Kuntoro Mangkusubroto, MSIE, MSCE; Prof Dr Alwi Shihab.
4. Menteri Dalam Negeri: Dr Abraham Samad, SH, MH; Dr (HC) Agustin Teras Narang, SH; Prof Dr Pratikno, MSoc Sc.
5. Menteri Luar Negeri: Don K Marut, MA, M Phil; Drs Makmur Keliat, PhD; Dr Raden Mohammad; Marty Muliana Natalegawa, M Phil, BSc.
6. Menteri Pertahanan: Andi Widjajanto, S Sos, MSc; Mayor Jenderal (Purn) TB Hasanuddin; Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.
7. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM): Dr Artidjo Alkostar, SH, LLM; Prof Dr Saldi Isra, SH, MPA; Dr Zainal Arifin Mochtar, SH, LLM.
8. Menteri Keuangan: Prof Dr Hendrawan Supratikno; Dr Ir Raden Pardede, PhD; Agus Martowardojo.
9. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Dr Ir Arif Budimanta, MSc; Ir Luluk Sumiarso; Dr Ir Tumiran, M Eng.
10. Menteri Perindustrian: Anton Joenoes Supit; Dr Poempida Hidayatulloh, B Eng (Hon), PhD, DIC; Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono, DEA.
11. Menteri Perdagangan: Dr Mari Elka Pangestu, PhD; Soetrisno Bachir; Dr Sri Adiningsih.
12. Menteri Pertanian: Arif Wibowo; Prof Dr Bustanul Arifin; Dr Ir Iman Sugema, MSc.
13. Menteri Kehutanan: Prof Dr Ir Frans Wanggai; Dr Mohamad Prakosa; Dr Satyawan Pudyatmoko, MSc.
14. Menteri Perhubungan: Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim; Prof Dr Tech Ir Danang Parikesit M Sc; Ignasius Jonan.
15. Menteri Kelautan dan Perikanan: Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSc; Dr Kadarusman, PhD; Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri, MS.
16. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Rieke Dyah Pitaloka; Dr Rizal Sukma; Wahyu Susilo.
17. Menteri Pekerjaan Umum: Dr Bayu Krisnamurthi, MSi; Dr Ing Ilham Akbar Habibie, MBA; Tri Mumpuni Wiyatno.
18. Menteri Kesehatan: Prof Dr Fasli Jalal; dr Ribka Tjiptaning; Prof dr Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD.
19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Prof Dr Abdul Munir Mulkhan; Dr Hilmar Farid; Yudi Latif, MA, PhD.
20. Menteri Sosial: Dadang Juliantara; Eva Kusuma Sundari; Ir Hasto Kristiyanto, MM.
21. Menteri Agama: Prof Dr Azyumardi Azra, MA; Drs H Lukman Hakim Saifudin; Siti Maulida.
22. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Garin Nugroho; Jeffrie Geovanie; Mira Lesmana.
23. Menteri Komunikasi dan Informatika: Drs Ferry Mursyidan Baldan; Nezar Patria, MA; Ir Onno W Purbo, MEng, PhD.
24. Menteri Sekretaris Negara: Maruarar Sirait, SIP; Ir H Pramono Anung Wibowo MM; Dr H Yuddy Chrisnandi, ME.
25. Menteri Riset dan Teknologi: Dr I Gede Wenten; Dr Eng Romi Satria Wahono, BEng, MEng; Prof Yohannes Surya, PhD.
26. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM): Abdul Kadir Karding, SPi, MSi; Dra Khofifah Indar Parawansa; Nusron Wahid, SS.
27. Menteri Pemberdayaan dan Perempuan-Anak: Lies Marcoes Natsir, MA; Nani Zulminarni, MA; Puan Maharani.
28. Menteri Lingkungan Hidup: Chalid Muhammad; Charlie Heatubun, PhD; Drs Ir Dodo Sambodo, MS.
29. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Dr Eko Prasojo; Ir Tri Rismaharini, MT; Agung Adi Prasetyo.
30. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal: Drs Akbar Faizal, MSi; Drs Andrinof Achir Chaniago, MSi; Indra Jaya Piliang, SS, MSi.
31. Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional: Aviliani, SE, MSi; Faisal Basri, SE, MA; Dr Revrisond Baswir.
32. Menteri Perumahan Rakyat: Prof Rhenald Khasali, PhD; Prof Ir Suprihanto Notodarmojo, PhD; Mochamad Ridwan Kamil, ST, MUD.
33. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Dr Hendri Saparini; Dr Kurtubi; Emirsyah Satar.

34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Adhie MS; Anies Rasyid Baswedan PhD; Herry Zudianto, SE Akt, MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar